Friday, 25 January 2013

Apa Itu Kesetiaan Dalam Cinta

Sekarang kau hidup di jaman kesetiaan bagaikan kalung perhiasan belenggu emas yang membara.... Kau bisa saja melukai atau terlukai seseorang. Apa yang kau lakukan untuk seseorang bisa saja tak berarti bagi orang yang tersebut. Atau bisa saja dia berpura-pura yang kamu lakukan seolah-olah berarti baginya (dan ini jauh lebih menyakitkan, bagaikan membunuh orang dengan cara mengiris-iris bagian per bagian ketika masih dalam kondisi bernyawa).

Di satu sisi ada orang yang sudah tidak berani untuk setia lagi. Mungkin karena dia trauma karena pengkhianatan yang dia alami di masa lalunya terlalu menyakitkan. Ada juga yang sudah jenuh dengan kesetiaan karena selama dia setia, dia selalu diremehkan, disepelekan, atau bahkan diacuhkan (mungkin ini yang ku rasakan); karena yang ku saksikan kenyataan di sekitarku adalah gejala aneh; ketika ada yang setia disia-siakan atau bahkan dikhianati sedangkan kalo ada yang tidak setia malah ditangisi, diingat2, atau bahkan diharapkan lagi. Sungguh sangat ironis... 

Sunday, 20 January 2013

NA-H

Aku berburu bersama seekor singa di dalam tubuhku...
Aku berteduh pada Tuhan Semesta Alam dari badai gemuruh di langit hatiku...

Kita telusuri sungai-sungai jiwa yang kekeringan...
Kita tanami tandusnya hutan jiwa dengan hujan kasih sayang....

Kau akan terdiam dengan bukit-bukit kemuliaan yang menjulang....
Kau akan termenung di lembah kesederhanaan...


AR

Dua orang tergeletak dalam heningnya gemuruh jiwa

Satu nyawa bersender pada pustaka tak berwana
Mencari satu hati yang hilang bersama perjuangannya

Jujur adalah sebuah rantai raksasa yang membelenggu kaki mungilmu
Canda hanyalah kamuflase yang tak berujung
Ketika tawa menyisakan luka di hati pengembara

Ku cari dawai menyusuri lorong bergema
Ku jelajahi setiap sudut bumi
Ku bentangkan mata menerawang terbitnya matahari
Hanya untuk mencarimu.... hanya untuk menunggu bertemu denganmu lagi....

IA

Asa...... bawakan kedamaian hati yang menyala karna bara rindu
Doa..... sampaikan pada Sang Pencipta tentang sekelumit resah jiwa
Karna kata tak lagi bermakna....
Karna sikap tak bisa ditangkap....

kau.... menyimpan lembar-lembar naskah kuno sanskerta dalam peti besimu...
aku.... mencoba terjemahkan kata demi kata, lembar demi lembar dari semua tutur dan sikapmu...

Semua berawal dari kisah usang sang "Empu Gandring"....