Semua momen memang sudah disiapkan Tuhan untuk "mendesain" seorang individu" sedemikian rupa sehingga menjadi sosok yang orang-orang lihat sekarang ini.
Tersebutlah kisah tentang seorang wanita yang lahir pada tanggal 2 Mei. Tanggal yang sama dengan tanggal kelahiran Ki Hajar Dewantara (seorang tokoh pendidikan di jaman kolonial) dan juga tanggal yang bertepatan dengan diperingatinya Hari Pendidikan Nasional. Mungkin ini lah yang dinamakan skenario Tuhan, wanita ini mempunyai etos belajar yang tinggi, sesuai dengan tingginya semangat pendidikan yang dibawa Ki Hajar Dewantara dan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati oleh seluruh bangsa Indonesia. s
Setiap hari yang ada di "kepala"nya yang mungil adalah tugas-tugas belajar. Kedua hal itu dia kerjakan dengan sangat ketat dan disiplin sesuai dengan kemampuannya. Beberapa temannya mengatakan bahwa dia sangat disiplin soal "Belajar"nya. Entah beberapa kali kejadian yang mengharuskan dia memilih satu di antara "bersosialisasi" di organisasi tertentu atau "belajar", sebagian besar yang dia pilih "belajar". Mungkin sebagian orang ada yang menganggap dia egois karena lebih mementingkan urusan pribadi di banding urusan yang menyangkut hajat hidup orang yang lebih banyak.
Namun sebenarnya jika kita melihat seorang individu pasti tak bisa lepas dari latar belakang; entah latar belakang pengalaman rohani nya, latar belakang "pendidikan" keluarga, latar belakang teman-teman sebelumnya, bahkan hingga latar belakang peristiwa-peristiwa yang datang dihidupnya.Oleh sebab itu, jika kita "melihat" seseorang yang lebih mementingkan "belajar"nya dari pada "sosialisasi" nya di suatu organisasi, dilihat dari sudut pandang bakti terhadap orang tua, maka kita tidak akan mudah beranggapan bahwa dia adalah orang egois.
Logika yang bisa diambil adalah seperti ini: wanita tadi adalah mahluk sosial yang pastinya dia akan senang sekali bersosialisasi (selama tidak pada waktu yang sama dengan prioritas pribadinya). Ketika dia memilih "belajar"nya maka dia tidak bisa dikatakan egois selama yang diperjuangkan adalah untuk orang tua nya tercinta.Nah di sini lah letak bahwa dia tidak egois (tidak menuruti keinginan sendiri yang alami yaitu berorganisasi/ bersosialisasi). Yang dia lakukan adalah berkomitmen terhadap tanggung jawab pada orang tuanya, keluarganya, atau dengan bahasa lain adalah lebih berkomitmen kepada organisasi terkecil dirinya yaitu "keluarga".