Wednesday, 4 January 2012

SOUL

Berdasarkan pengalaman saya dalam memahami jiwa seseorang, kita perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
  1. Usia
    Perkembangan ke-"jiwa"-an dalam diri seseorang dapat berubah seiring dengan pertambahan usia. Namun satu pribadi dengan pribadi yang lain, perkembangan "jiwa"-nya tidaklah selalu bersamaan meskipun mereka di usia yang sebaya. Perbedaan ini terjadi karena faktor eksternal dirinya, semisal: keluarga, lingkungan tempat dia tinggal, riwayat hidupnya dan tingkat pendidikannya.

  2. Keluarga
    Keluarga umumnya merupakan tempat "awal" terbentuknya karakter ke-"jiwa"-an seseorang. Arti "keluarga" sendiri dalam hal ini bisa berarti keturunan secara genetis ataupun orang yang "merawat" dan membesarkannya. Di jaman seperti sekarang ini, tak sedikit kisah seorang anak yang dirawat dan dibesarkan oleh orang lain, bukan orangtua kandungnya sendiri. Jadi kadang kita menyaksikan seorang anak yang mungkin punya kejiwaan yang berbeda dengan orang tua kandungnya (bisa lebih baik atau lebih buruk).

    Meskipun secara genetis, sifat seseorang bisa menurun dari orang tua kandungnya, namun pendidikan keluarga di usia dini (kadang di sebut "Gold Age") adalah pendidikan kejiwaan yang dia rekam di dalam otaknya dengan begitu mendalam. Itulah sebabnya, mengapa seorang orang tua(baik itu orang tua kandung, orang tua angkat maupun orang tua asuh), hendaknya berperilaku, bersikap, bertutur kata dan berpola pikir yang terbaik yang bisa dia lakukan saat anak ada pada "Gold Age" tadi.

  3. Lingkungan Tempat Tinggal
    Lingkungan tempat tinggal seseorang inilah yang memberikan kontribusi terbesar dalam perkembangan "kejiwaan" seseorang. Ke arah mana perkembangan kejiwaan seseorang bergantung pada di mana lingkungan tempat dia tinggal dan berapa banyak variasi lingkungan tempat dia tinggal. Lingkungan di sini, bisa berarti lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat, lingkungan bermain, lingkungan bisnis, dan lingkungan-lingkungan yang sejenis lainnya.

    Lingkungan tempat tinggal, awalnya akan membentuk suatu kebiasaan tertentu pada kejiwaan diri seseorang yang lama-lama akan menjadikan suatu kebiasaan itu menjadi karakter dari orang tersebut

  4. Riwayat Hidup
    Riwayat hidup yang dimaksud di sini adalah kejadian-kejadian yang membawa perubahan kejiwaan seseorang pada usia tertentu atau setelah peristiwa tertentu. Baik itu kejadian yang menyedihkan atau yang membahagiakan.

    Kadang-kadang kepribadian seseorang bisa melenceng (baik itu positif atau negatif) dari kepribadian keluarga ataupun karakter dari lingkungan tempat dia tinggal. Hal ini dapat terjadi karena seseorang mengalami peristiwa-peristiwa tertentu yang membawa perubahan bagi kejiwaannya. Misal: Patah Hati, Putus Cinta, Pernikahan, Kematian, Kelahiran, Kesuksesan, Peperangan, Bencana Alam, dan masih banyak peristiwa-peristiwa yang lainnya.

  5. Tingkat Pendidikan
    Tingkat pendidikan mempengaruhi karakter kejiwaan seseorang, karena adanya perkembangan pola pikirnya, yang dapat mengubah pola hidup dan kebiasaan yang dia bawa dari keluarga maupun lingkungannya.

    Orang yang memiliki karakter kejiwaan dasar yang sama, namun memiliki kesenjangan di bidang pendidikan, maka tampilan luaran karakter kejiwaannya akan berbeda terhadap penerapan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi masalah-masalah hidupnya.

No comments: