Uraian kali ini melanjutkan tulisan sebelumnya tentang memahami jiwa seseorang. Berdasarkan pengamatan saya tentang usaha-usaha orang dalam memahami kejiwaan orang lain, ada beberapa tips yang mungkin bisa saya sharingkan di sini:
- Diam, dengar dan amati
Ketika kita ingin lebih memahami seseorang yang baru atau seseorang yang telah kita kenal namun ingin lebih menggali jiwa mereka lebih dalam, maka kadang kita perlu mengambil langkah diam, dengar dan amati. Kita akan dapat mengorek lebih dalam ketika kita sebagai pendengar yang baik. Jadi pendengar yang baik, bukan berarti kita benar-benar diam mendengarkan lawan bicara bercerita, tapi kadang kita perlu menanggapi apa yang menjadi bahan pembicaraan lawan bicara agar pembicaraan lebih hidup, agar dia lebih merasa diperhatikan dan untuk memancing variasi cerita-cerita, mimik muka dan gesture dari lawan bicara.
Saat kita mencoba mengamati variasi cara seseorang bercerita, mimik muka saat bercerita dan gesture dalam bercerita, maka sedikit demi sedikit otak kita akan menganalisis, ada apa di balik cerita-cerita, mimik muka dan gesture-nya. Saat itulah kita sudah mulai mencoba menganalisa apa gerangan makna di balik hal-hal tersebut. Memang analisa tak bisa langsung "ada" yang menyerempet dari kebenaran. Tapi proses analisa tersebut dapat menjadi awal kita menuju titik tolak berikutnya dalam memahami orang. Semakin sering dicoba, saya yakin semakin lama semakin banyak hal-hal yang bisa kita analisa dari seseorang, meskipun tak akan pernah benar-benar sampai "benar" 100%. Biasanya metode ini digunakan oleh tipikal orang yang pendiam, meskipun kadang digunakan oleh orang-orang yang periang namun seorang yang analistis dalam kehidupan sehari-hari. - Sok Tahu
Metode ini biasanya digunakan oleh orang yang humoris dan lebih gaul dari tipe pemakai metode di atas. Biasanya orang seperti bukan tipikal pendengar yang baik. Dia akan mencoba memahami orang lain dengan jalan banyak bertanya dan menebak-menebak apa yang terjadi, apa yang dirasakan dan apa yang dilakukan jika sesuatu terjadi. Jadi mungkin terkesan sok tahu, namun sebenarnya dari ke-soktahu-an dia, bisa berujung dengan berceritanya si lawan bicara tentang sesungguhnya yang terjadi, apa yang dia rasakan dan langkah apa yang dia tempuh untuk mengatasai apa yang dia alami.
Metode sok tahu ini sebenarnya hanya memancing lawan bicara agar mau bercerita lebih banyak sehingga kita bisa lebih dapat banyak informasi dan menganalisis kepribadiannya berdasar gayanya dalam bercerita. - Spy
Metode ini biasanya dapat mengorek hampir separuh dari kepribadian seseorang sebenarnya. Mulai dari di mana dia tinggal, anaknya siapa, teman mainnya siapa, sehari-hari kemana saja dia pergi, sampai ke hal-hal yang lebih bersifat pribadi. Namun hal ini kadang dapat membuat tidak nyaman bagi orang yang dikenai metode ini. Selain itu, metode ini terlalu banyak menyita waktu, tenaga dan uang yang dikorbankan. - Gabungan/Variasi dari ketiga metode di atas
Ada juga orang yang mampu menggabungkan ketiga cara di atas menjadi suatu yang lebih rigid dan valid.