Sunday, 23 March 2008

BAMBU

Kau menghilang di antara jalinan bambu Cina
Layaknya Panda yang lapar akan daunnya
Gesekkan lembut daunnya membuatmu terlena

Kau menghindar dari para satwa
Menyelusup bambu yang kau anggap tabir surya

Hari ini Senin Wage
Maka sudah saatnya esok tak kau temui lagi tunas itu
Karena kau sendiri yang akan tebang bambu itu saat selasa kliwon tiba

Apa yang ingin kau buat?
Rumah atau impian?

Knapa tak kau tebang sedikit demi sedikit bambu itu
Dari sekarang untuk mulai bangun rumahmu
Atau kau menunggu tiap selasa kliwon
hingga ratusan kali 40 waktu yang terbentuk dari bilah-bilah bambu yang menyakitkan

ORANG BODOH

Ya Allah,
Sebagian besar hidupku tak ku kenal Hukum-Mu
Aku belajar dan mencari dari para Alim
Aku masih remang-remang dengan Hukum-Mu

Tapi aku percaya Hukum-Mu jauh lebih Baik
Di banding Hukum Fisika dan Kimia yang aku pelajari
Tak pernah aku meragukan Ayat-Ayat Mu
Meskipun raga ini sangat sulit untuk menuju jalan cahaya-Mu
Namun tak ingin ku menjual ayat-Mu dengan teori-teori manusia

Aku hanyalah orang bodoh yang tidak mengerti apa kata Mao
Aku juga tidak mengerti maksud Karl Marx

Ya Allah,
Kenapa banyak orang pintar menjual Ayat-ayat Mu
Dengan Hukum dan Teori yang tak jelas baik buruknya

Apakah ketidaktahuanku dan kebodohanku ini adalah yang terbaik bagiku, Ya Allah?
Apakah agar aku tak menukar Ayat-ayat Mu dengan Teori manusia?

Aku harus mencari ilmu kenapa aku tidak dapat ilmu Mu lebih sedari kecil
Aku harus mencari ilmu Mu hingga aku tahu makna pemberian-Mu

Ya Allah mampukan aku sebagai batas garis cakrawala
Membedakan terang dan gelapnya hatiku dan hati orang-orang sekitarku

Sunday, 16 March 2008

ANDROMEDA

Andromeda kapan aku ke sana yach
Aku sangat suka sekali dengan andromeda
Kapan aku bisa kesana
Itu kan jaraknya ribuan tahun cahaya

Kalo manusia ada upaya pasti bisa sampai sana
walaupun kemungkinananya 0,0001 %
Wah berlebihan ya.............???
Apa kurang.....................??


Marilah kita mulai dari 0,0001 %
Karena modal itulah pertama kali orang bisa pergi ke bulan
Hanya dengan berawal dari harapan orang bisa mewujudkan impiannya
Meskipun kemungkinannya kecil

POOH

Siapa tuh yang duduk di antara bunga mawar, chubby dan imut
kayaknya dari senyumnya aku sangat mengenalnya
Apalagi aku ingat dulu hobinya tidur
hehhehhee
Wah dia susah membedakan mana bunga yang asli dan palsu meskipun harumnya sama.
Tapi dia akhirnya tahu bahwa bunga mawar itu berduri
Tapi tangannya yang lembut dengan bulu kasih membuatnya tak merasakan duri itu.
Salut..........................hahahahahaha

BAYI

Aku ingin melihatmu tertawa
Tawamu tenangkan hati
entah kapan aku melihat tawamu
tawamu bisa menjadi pelipur duka dan sepiku

aku ingin kau tertawa seperti bayi itu
tulus dan ceria meskipun tanpa gigi
meskipun sudah tak punya gigi
sampai kapan pun

BEBEK

Kemana perginya bebek itu
Dia pergi ke perairan tenang
Kemana perginya bebek itu
Di pergi 12 jam untuk berenang

Ke mana perginya bebek perenang itu
Ikut lomba renang gaya bebek
Ke mana bebek perenang itu lomba
Ke tengah kerumunan antrian bebek

Bebekmu bebek apa
Bebek kayu
Kalo aku bebek kaca
kalo aku bebek besi
kalo aku bebek kayu, kaca dan besi

Berarti aku bukan bebek
Karena aku bukan dari kaca
Aku bukan dari besi atau kayu
Tapi akulah bebek daging

BUNGA

Aku berdoa semoga cita2mu tercapai
untuk sampai di negeri bunga di samping
Semangatmu bisa membawamu sampai sana
"tidak ada yang tidak bisa" itu mottomu
yang pernah aku dengar sendiri,
terus maju....................

TAI

Suatu saat ketika aku numpang di salah satu kamar mandi fakultas"X" kulihat gambar di tembok dan di atas gambar itu ada puisi kira-kira sebagai berikut:

Lihat ke belakang
sesuatu yang panjang
Jika masih sayang
bungkus bawa pulang

Aku tertawa terpingkal-pingkal karena ada juga yang idenya kreatif untuk membungkus TAI di bawa pulang menjadi puisi. hahahahahaha..........................

DI BALIK TSUNAMI

Inilah foto tsunami. Ada hikmah di balik tsunami dan gempa bumi. Ketika saya ditugaskan ke Nias, ada banyak cerita yang mengharukan. Tidak hanya lantaran karena banyaknya korban yang berjatuhan tetapi karena pertikaian antar orang atau sesama keluarga jadi hilang, dengan kata lain semua jadi akur. Sebagian besar dari mereka menginginkan ketika saat-saat terakhir hidup mereka, mereka ingin berdamai dengan orang-orang yang mereka kasihi dan ketika mereka meninggal, mereka ingin memberikan kenangan yang terindah untuk terakhir kalinya. Mereka ingin tetap hidup di dalam hati orang-orang yang di kasihi.

Saat seperti itulah, pikiran untuk membalas dendam, merampok membunuh dan berbuat jahat jadi drastis menurun. Hingga ada yang berkata, "Kalo saya membalas dendam toh akhirnya saya juga akan mati. Buat apa saya lakukan itu .......? Tak saya balas pun kita akan mati bersama". Ada juga suami isteri yang dulu cerai jadi baikan gara-gara ga tenang memikirkan bagaimana keadaan pasangannya. Bagaimana kalo mereka mati sekarang, apakah saya masih bisa memberikan yang terbaik bagi mantan suami saya, begitu juga sang suami. Begitu mengharukan............. Sayang anak-anak posko tidak berani berjalan-jalan ke dusun-dusun. Hanya aku sendiri mengais cerita-cerita di balik gempa. Ada juga seorang anak yang telah lama pergi dari rumah, pulang untuk mengabdikan sisa hidupnya pada orang tuanya dengan luka-luka terkena gempa. Ada juga kakak adik yang akhirnya bisa tinggal di atas satu tanah setelah lama mereka bersengketa. Buat apa tanah di sengketakan kalo tanah ini akan tenggelam. Banyak penduduk yang beranggapan kalo terjadi gempa besar lagi maka Nias akan tenggelam. Ada pula yang berkata: "buat apa harta ini saya simpan kalo nanti terkubur juga bersama diri saya. Tidak akan berarti".

Pernahkah kamu merasa tidak berguna: maka kamu akan berguna bagi orang lain ketika orang lain takut mati, takut gagal, takut ditinggalkan (mati) sendiri. Itulah salah satu kata seorang tetua di sana dengan bahasa campuran Nias dan Bahasa Indonesia. Wah begitu tidak berartinya semua perasaan kita (Benci, marah, dendam, iri serakah dan sebagainya), harta kita ketika kita dalam kondisi sehat tetapi maut membayangi. Siapakah yang akan merasa sangat kehilangan kalo tidak orang-orang yang mencintai dan menyayangi kita, ketika kita tidak ada kabar di tengah bencana. Wah, sejak saat itu aku jadi mikir, apa yang bisa aku lakukan yang terbaik bagi orang-orang yang ku sayangi jika saat ini aku dan orang-orang yang kucintai terpisah untuk selam-lamanya. Aku harus bisa....... melawan kemalasnku sendiri. Sangat susah............... tapi aku harus mencobanya karena siapa tahu ini untuk yang terakhir kalinya yang bisa aku lakukan untuk orang-orang yang kucintai. Ibuku.......... meskipun anakmu ini bukan sebaik putera nabi.... aku ingin di dalam tutur kataku tidak menyakiti ibu dan bisa menghibur Ibu, atau bahkan siapapun orang-orang yang kucintai.......

Banyak cerita yang tak pernah aku bukukan, karena begitu banyak cerita yang sangat berarti bagiku. Betapa berartinya pertemuan ketika semua fasilitas komunikasi dan transportasi hancur terkena bencana. Inilah saatnya manusia menyeimbangkan silaturahmi baik lewat teknologi dan pertemuan langsung." Teman-teman impianku" ke mana kalian pergi dan kemana aku harus datang. Suaramu tak terdengar lagi.

Itulah beberapa kisah dan sekelumit peristiwa yang dapat kita petik hikmah di balik bencana. Bahwa anugerah tidak hanya sesuatu yang baik, bahkan sesuatu yang kita anggap buruk pun bisa jadi itu adalah anugerah dari Allah. Tergantung bagaimana kita memposisikannya> Sakit, miskin bukan petaka, itu adalah anugerah dari Allah karena Allah selalu mengingatkan kepada kita, sepandai apapun kita, sebaik apapun kita, kita tetaplah manusia. bukan Tuhan. Karena berdasarkan sejarah, Allah lebih tidak menyukai kesombongan di banding nafsu. Iblis di laknat Allah hingga akhir jaman karena kesombongannya yang merasa paling baik sendiri. Sedangkan Adam diturunkan dari surga dan diampuni karena hawa nafsunya.

AWAN DAN AIR

Kenapa langit tidak selalu biru
mengapa aliran sungai beriak

Semua awan bahkan awan hitam berarti bagi bumi
Awan hitam hanya berusaha menutupi bumi dari sinar kosmos
Meskipun awan hitam selalu dipandang mengerikan
tapi kebanyakan manusia tidak sadar apa yang telah awan hitam lakukan dalam menyaring sinar-sinar yang berbahaya bagi manusia
Manusia merasa bahwa tanpa awan itu indah
tanpa mereka sadar bahwa awan menutupi bumi dari sinar-sinar yang berbahaya yang tidak disadari manusia

Allah telah menentukan yang terbaik baik bagi umatnya
Coba bayangkan jika selamanya bumi tidak berawan
maka bumi akan sangat panas dan es kutub pun mencair


Air riak menandakan betapa air pun tidak berjalan dengan mulus
dan mengisyaratkan bahwa tempat inilah yang aman untuk dilewati
Padahal tidak ada benda berujud yang lebih halus dari air
bahkan sutera pun tidak akan menandingi halusnya air
Sehalus air pun batu-batu masih juga menghalang dan membelokkan arahnya
Tapi air selalu mengalir dari tempat yang lebih tinggi
Yang lebih banyak stocknya yang akan memberikan stocknyapada daerah yang di bawahnya

Air dan awan mengisyaratkan bahwa
sebening dan sehitam "AIR" dan "AWAN"
Mereka mewarnai biru hati

CINTA DAN AMARAH

Sepenggal lagu di hidupku:

Di biru kaki langit
masih ku simpan luka hatiku
Karena tangisku tak cukup
untuk membasuh semua
kerinduan hatiku padamu
karena cinta dan amarah
mungkin hanya setitik kabut pagi
sebatas dini hari

Saturday, 15 March 2008

BLACK HOLE

Terang sekali
Begitu terang
Hingga aku lupa rasanya gelap

Dari mana datangnya sang Mars
Dari matahari yang berpijar
Dari gelapnya black hole




HEWAN

Ternyata air yang bening itu bercacing. Aku mengira air yang selam ini aku pake mandi begitu bersih, karena airnya begitu jernih dan segar bila dipake buat mandi. Eh, ternyata setelah benar-benar aku amati lebih jauh air di dalam bak ada cacingnya. Beberapa hewan melata ada di sana. Dari cacing hingga kelabang, bahkan seekor ular (kata orang Jawa namanya ular kisi). Ih............. Merinding ............... Tapi berhubung hanya air itu yang bisa untuk aku pake untuk mandi, aku mencoba untuk mengeluarkan cacing-cacing itu dari bak mandinya meskipun hampir tiap hari ada. Akhirnya aku kuras sekalian bak itu, supaya cacing jenis lain tidak hidup lagi. Kemungkinan kan bisa ada cacing yang hidup di lumut bak mandi. Meskipun bak mandinya kecil tetapi harus sering dibersihkan juga. Soalnya tampungan airnya ga jelas. Entah ditaruh mana itu tampungan dan dari mana juga sumurnya. Jangan-jangan sumurnya di dekat kandang ayam itu. Pantesan.............................. airnya bening tapi bercacing. Eh...... ternyata setelah tak amati.... cacing itu sebagian besar berasal dari luar bak dan masuk ke dalam bak............. ngapain ya mereka masuk ke dalam bak.............. emangnya mereka mau mandi kali ya.......... wah dasar cacing kurang kerjaan.............. atau karena terlalu bosen dengan pekerjaannya jadi nyemplung dech ke air bak.

Setelah beberapa waktu, aku mulai terbiasa dengan kehadiran cacing-cacing itu di bak. entah dari mana datangnya hewan-hewan itu. Aku jadi ingat ketika aku berada di salah satu ormawa, ketika aku mendekati akuarium air semua ikan mendekat ke wajahku. Tidak takutkah mereka padaku. lalu kemudian aku mencoba ke sisi lain dari akurium...... eh ternyata berbagai jenis ikan tadi mengikutiku........ dari ikan sapu2 sampai ikan2 kecil (ikan apa aku ga tau). trus aku mencoba berputar-putar, eh ternyata mereka mengikuti aku. Apa mereka mengira aku pangeran ikan yach........ hehehe....

Setelah pulang dari ormawa aku ke tempat temenku di sana ada kupu-kupu yang nempel aku, lama dan ga mo pergi. Akhirnya dengan sangat terpaksa aku singkirkan dengan lembut karena aku mo ke kamar mandi, Ada apa dengan hewan2 ini. Kenapa mereka suka dekat2 aku. Yach........... seandainya singa dan kelinci mo dekat aku....... aku seneng banget............. Ya mungkin mereka hanya mengandalkan insting saja entah bagaimana logika mereka.

Wednesday, 12 March 2008

SUKSES

Alhamdulillah hari ini aku merasakan banyak kesuksesan terbanyak dalam sehari sepanjang aku hidup selama ini. Dalam sehari Allah memberikanku begitu banyak kemudahan, seolah-olah yang aku cari didatangkan-Nya padaku. Bahkan beberapa target kegiatan yang sedianya akan kulaksanakan besok sudah selesai hari ini. Ternyata hikmah di balik sholat tepat waktu memang benar manjur. Kita menjadi lebih disiplin tentang waktu. Kita dituntut untuk tegas terhadap diri sendiri. melawan segala kemalasan. Tegas terhadap diri sendiri jauh lebih susah dibanding tegas terhadap orang lain. Namun setidaknya inilah sifat sosial dari manusia.

Namun dibalik kebahagian terdapat kesedihan. Namun aku tidak ingin menceritakan kesedihanku. Lampu padam, hujan deras, petir menggelegar, persis seperti apa yang tertulis pada juz pertama dalam surat Al-Baqoroh. Mati dan hidup silih berganti, susah dan senang saling mengiringi. Mereka mampu menjadi suatu yang erat. Bahkan saking eratnya, satu unsur dihilangkan akan mengurangi makna bagi yang lain. Dikatakan susah karena adanya parameter sedih, dikatakan sedih karena adanya parameter senang. Dikatakan mati karena ada parameter hidup, dikatakan hidup karena ada parameter mati. Dua hal yang bertentangan bisa saling melengkapi dan bisa memberi arti bagi yang lain. Bisakah kita seperti itu?????????

MERAH DAN HITAM BUKUMU

Kau pinta aku tuk tuliskan tinta merah di bukumu
Karena tinta hitammu telah habis dan mengotori bajumu
Disaat dingin di dalam kotak kaleng

Kini kau ingin menutup tinta merah yang telah kuberikan
Dengan tinta hitammu yang telah terisi
Tak bisakah buku itu penuh dengan warna
Dan biarkan merah dan hitam tidak saling mendominasi dalam serat lembaran kertasmu

Karena engkau yang memiliki buku itu
biarkan merah dan hitam menjadi seimbang
Sedikit saja tinta hitam lebih
Maka tinta merah seakan kian terpojok oleh tinta hitammu yang dominan

Tak perlu kau per jelas tinta hitam itu
karena dia sudah hitam
Karena hitam pekat bisa menutup merah
Tapi merah tak mampu menutupi hitam dengan sempurna

Sunday, 9 March 2008

PURBAKALA

Siapa akan menjaganya
Jika bukan kita
Dia mungkin tidak berarti dalam hidup kita
namun haruskah kita buang begitu saja sejarah kita sendiri

haruskah kita biarkan orang asing yang menjaganya
Dimana kebanggaan kita
Ini milik kita
Jangan sampai jatuh ke tangan mereka

KARENA KITALAH SANG PENGUKIR SEJARAH ITU

IBU

Home Schooling merupakan sesuatu yang baru bagiku. Dari beberapa informasi aku menangkap salah satu pesan penting di mana kita harus bisa menerapkan pembelajaran di mana anak merasa enjoy dalam belajar di mana pun mereka berada. Setidaknya rumah dan keluarga sebagai suatu satuan terkecil dari sosial masyarakat harus mampu menjadikan rumah sebagai tempat yang nyaman bagi anak untuk belajar, apapun itu.

Ibu sebagai seorang yang paling dekat dengan anak secara psikologis, mempunyai tanggung jawab moral dalam melakukan pendidikan anak dari awal kehamilan. Kesiapan ini tidak serta merta hadir begitu saja. Tidak hanya dibutuhkan pemahaman konsep pendidikan yang benar tetapi juga konsep (cara) mendidik anak dengan benar dan juga latihan yang tidak singkat. Alangkah baiknya bagi ibu-ibu yang yang akan memunyai anak atau pun calaon-calon ibu agar melakukan pelatihan terhadap diri sendiri sehingga tidak gugup dalam mendidik anak. Karena bila tidak pernah melatih diri sendiri maka akan sangat mustahil didikan kita akan tersampaikan dengan baik kepada anak.

Belajar di sini adalah belajar bagaimana menjadi seorang ibu yang baik, yang tidak hanya mengajarkan kemampuan-kemampuan akademik, tetapi sikap ndan tingkah laku yang baik. Karena Ibulah orang yang memiliki keterikatan batin lebih baik kepada anak maupun dari anak itu sendiri.

NIAS


Hampir tiga tahun yang lalu aku pergi ke sebuah pulau yang sangat jauh dari asalku, yaitu Nias. Lewat perjalanan panjang ini aku semakin mengerti bahwa betapa pentingnya sebuah pertanyaan Mengapa? Pertanyaan ini yang dapat membawa aku survive di sana. Bayangkan saja betapa terpelosoknya desa yang aku tinggali, hingga ada satu sekolahan yang hanya memiliki satu pegawai, dia menjadi kepala sekolah, guru kelas Satu hingga kelas Enam SD, dengan bangunan yang mirip kandang sapi di Jawa. Toh itu pun harus ditempuh untuk jarak yang jauh bagi seorang anak SD. Belum lagi mereka harus bertarung dengan jalan yang tidak mudah untuk orang dewasa, apalagi untuk anak-anak.

Lalu muncul pertanyaan di benakku, mengapa hal ini bisa terjadi? Setelah selesai Program yang dilaksanakan oleh pemerintah ini, aku baru tahu bahwa pejabat pemerintah hampir semuanya banyak omong tanpa mau melihat jauh lebih ke dalam sedangkan kmi hnya dijadikan umpan. Hingga aku pernah dimaki-maki oleh seorang mantan petinggi di suatu departemen di Nias, dia mengatkan: "apa saja yang kalian lakukan, apakah hanya akan bertanya dan meninggalkan kami begitu saja?". itu pertanyan yang cukup memukul bagiku, karena aku tidak tahu bagaimana harus menjawabnya. Tiba-tiba istrinya yang menjawab, Pak mereka hanya orang bawahan, mereka tidak tahu apakah kegiatan itu akan benar-benar dilaksanakan. Bapak itu rupanya geram dengan janji-janji dari pemerintah pusat tentang pembangunan aspek pendidikan. Kita memang sedikit menjanjikan program dari pemerintah. Aku baru tahu, ternyata kita di Nias hanya dijadikan "kambing" kurban saja. Karena setelah itu aku dengar bahwa desa yang dulu kami huni tidak di sentuh sama sekali. Lalu apa fungsinya kami kesana kalo hanya sekedar tahu tentang kondisi sana. Itu tidak akn mendatangkan apa-apa bagi mereka. Mungkin akan berarti bagi kami tetapi menjadi tidak berarti bagi penduduk Nias.

Padahal pulau ini sangat indah apalagi bila sore hari. Tetapi setahu saya tidak satupun pengusaha besar menanamkan modal di sana. Apakah karena sering terjadi gempa atau karena letak pulau yang begitu jauh dari pusat peradaban Nasional ini. Banyak kisah yang ga akan cukup aku tulikan di sini. Aku hanya dapat mengatakan bahwa aku belajar dari minimnya fasilitas yang ada, tanpa sinyal sinyal radio, listrik yang redup-redup, tanpa ada panggung hiburan. Dari situ aku benar-benar dapat menghargai arti keluarga dan orang-orang yang kucintai. Aku benar-benar baru merasakan bagaimana bila kita hidup di daerah yang asing tanpa saudara dan minimnya fasilitas. Kehidupan yang cukup menjemukan bagi orng yang terbiasa dengan fasilitas lengkap. Bahkan kita harus menangkap air hujan dengan mantol(jas hujan) agar dapat memasak air.

RUANG

Kulakukan keinginanmu
Mengapa kau jegal aku
Tak ku lakukan
Aku kau tinggalkan

Berikan aku ruangmu
Biar kukerjakan bagianku
Menelusuri tiap relung hatimu
Atau engkau yang akan menelusuri aku????



KESADARAN BIOLOGIS SPIRITUAL

Jika kau tanya mengapa aku membantumu
Coba ku tanya pada badanku
JIka kau tanya badanku mengapa masih kuat untuk membantu
Maka coba kau tanya organ-organ tubuhku

Organ-organ tubuhku akan menjawab
Karena aku masih punya jaringan
Jaringan menjawab karena aku kumpulan molekul
Molekul menjawab aku kumpulan senyawa

Lalu senyawa memberitahukan banyak atom-atom membantunya
Lalu atom memberitaukan bahwa ia melakukannya di perintah Allah

Yang lebih besar menanyakan apa hakikat dirinya pada yang kecil

Yang kecil melakukan murni karena Allah

AKU HINGGA KARENA

Aku belajar dari sakit di dada dan otakku
Aku belajar dari sakitnya di fitnah
Aku belajar dari sepinya ditinggalkan seseorang
Aku belajar dari rasa gelisah

Hingga aku tahu buat apa sehat
Hingga aku tahu untuk apa kejujuran
Hingga aku tahu untuk apa bertahan
Hingga aku tahu untuk apa bersabar

Karena nikmat belum tentu sehat
Karena nikmat bukan pujian
Karena nikmat belum tentu dicintai banyak orang
Karena nikmat bukanlah rasa aman selamanya

MAS

Mas tadi aku terbang
Mas tadi aku senang
Mas tadi aku mengarang
Mas tadi aku ingin di sayang

Kok diam
Jangan kau cangkul dalam-dalam
Ntar kenangan itu busuk
Biar dia tetap segar

Mas aku pergi dulu
Mas aku balik lagi
Mas kok masih di situ
Mas Nunggu???

KEBINGUNGAN DAN KETAHUAN

Lihatlah rumput berjingkrak-jingkrak karena akan diinjak
Kaki siapa yang ada di sana
begitu tega
mendera

Itu bukan siapa-siapa
karena memang tidak ada siapa-siapa
Kamu kata siapa
Siapa yang bilang

Lha itu katamu
Dengan nada yang bisu
Hanya tulisan yang menjadi saksi
bahwa engkau terlalu jauh berlari

AWAN DAN GUNUNG

Awan hanya engkaulah yang mampu menurunkan hujan
mendinginkan angkuhnya lahar gunung
Panasnya bisa menyapu apasaja yang dia lewati
Dia tidak akan berhenti hingga surut apinya

Tidak sadarkah kau
kau hanguskan bungamu sendiri
Kau bakar hutan yang memeliharamu dari longsor
Kau buat semua mati

Wahai awan
tak kau tahan ataupun kau tahan dia akan meletus
Kau hanya bisa mendinginkan letusan-letusannya
Biarkan dia tahu betapa gigihnya engkau menjaga kehidupan

KEPALA

Bagi teman-teman yang berdarah rendah dan sering begadang sampai pagi. jangan sampai kalian mengalami hal yang sama seperti yang aku rasakan. Ketika kita kurang darah maka haemoglobin dalam darah kita berkurang, sehingga kandungan oksigen dalam darahpun turun. Otomatis oksigen yang sampai otak pun berkurang. semakin sedikit kandungan haemoglobin, semakin sedikit supply oksigen ke otak. Akibatnya nyeri yang teramat sakit, bisa anda rasakan. Apa akibatnya ketika otak sakit? ketika otak sakit maka keseimbangan badan kita pun turun. Mengingat otak sebagai pusat informasi gerak dan kehidupan maka ketika otak sakit seluruh badan bisa sakit karena otak yang tidak sehat mengakibatkan aliran informasi dari syaraf Pusat lemah. Sampai saat ini mata saya susah terbuka lebar. Otot leher sampai pinggang kaku. Saya seperti Robo Cop. Nah yang lebih parah lagi bila dalam taraf yang lebih tinggi dapat menimbulkan kelumpuhan.
Perkuatlah Nutrisi otakmu dengan makanan dan minuman yang banyak mengandung asam-asam lemak. Selain itu tidurlah yang cukup. Karena jika terus dipaksakan, dalam jangka panjang, otak bisa "terbakar", akibatnya kita tidak bisa apa2.

KOMUNIKASI

Di jaman yang serba canggih ini, ternyata masih butuh kepandaian berkomunikasi verbal yang tinggi. Padahal fasilitas sudah ada. Dengan telepon kita bisa berkomunikasi tanpa rintangan jarak. tapi apa yang terjadi jika antara si penelpon dan yang di telpon mis-understanding. Kemarin aku mencoba mendeskripsikan bagaimana cara memasang Hardisk SATA ke dalam komputer kepada seorang temanku melalui komunikasi HP. Saat itu masjid sebelah tengah nyetel ngaji dengan keras dan suara paduan gereja sebelah lagi membuatku berkata dengan suara yang lantang. Eh ternyata, suara lantangku ditanggapi dengan salah. Aku dikira membentak-bentak temanku tersebut. Padahal tidak pernah ada niatan aku melakukan itu.

Yach begitulah kelemahan teknologi, mereka yang saling bicara tidak tahu kondisi lingkungan yang satu dengan yang lain. May be, butuh pertanyaan Ontologis untuk mengoperasikan teknologi. Karena teknologi dibangun pasti dengan maksud mensejahterakan manusia, bukan untuk manusia saling menghancurkan satu sama lainnya. SEPAKAT.....................?????????

Mas........sandale inyong ilang

Ada seorang adik kelasku, dia angkatan 2007. Waktu itu malam minggu dia tidur di Hima bareng ma aku. Nah sebelum tidur aku cerita bahwa di kampus sering terjadi pencurian, dari sandal sampai Hp. Jadi sebelum tidur duluan aku berpesan ma adik kelasku agar memasukkan sandal dan mengunci pintu. Eh ternyata setelah dia selesai membaca bukunya Ahmadinejad ternyata lupa. Alhasil sandalpun raib di bawa orang yang butuh sandalnya....... hehehehe....... alias maling. Dengan nada ngapaknya dia berkata: lah ya mas, sandale inyong ilang.................. lha kepriben iki. Inyong lali...... ora nglebokna.............. Dengan menatap muka polosnya aku kasihan dan sedih. Baru pertama tidur kampus sandal dah hilang. Bener-bener jamuan malam yang menyebalkan..... hahahaha....

BUS

Di sebuah bus duduk seorang anak yang mo pulang ke kampung halamannya. Dia duduk di atas bagian mesin, dekat dengan sang sopir. Kebanyakan sang sopir berwajah garang, namun sopir tersebut menampakkan wajah yang sangat murung. Anak SMU tadi cuma duduk mengamati. Di lain waktu, naiklah anak SMU tadi ke dalam bus yang sama yang di sopiri oleh orang yang sama hari sebelumnya. Begitu seterusnya hingga tak terasa sudah 2 bulan mereka sering ketemu. Anak SMU tadi memang hobi duduk di dekat sopir. Karena ingin tahu jalannya bus. Ketika bus sedang ngetem di suatu terminal kecil, anak itu mencoba bertanya pada bapak sopir . Karena Anak itu mendapati bapak yang selalu murung tersebut. Anak tersebut bertanya: " Ada apa Pak? dari pertama saya bertemu Bapak, bapak saya amati selalu murung?". Bapak itu menjawab: "Begini nak, aku memang seorang sopir. aku selalu bingung, bagaimana di akhirat kelak. Ketika aku sudah tiada. Aku sangat jarang melakukan ibadah, hanya sholat lima waktu yang aku jalankan. kemarin kernetku meninggal. aku jadi kepikiran bagaimana dengan amalanku dan ibadahku. sedangkan lebih dari dua pertiga waktuku untuk menyopir, selebihnya tidur dan aktivitas biasa?"

Setelah mengumpulkan keberaniannya, anak tersebut berkata pada sopir tersebut: "Pak, bapak tidak perlu risau dengan ibadah bapak. Begini Pak, ketika orang menuntut ilmu, maksudnya bersekolah, mereka sekaligus juga melakukan ibadah. Nah bus yang bapak sopiri ini telah mengantarkan ratusan ribu anak-anak sekolah yang tengah menuntut ilmu. Dengan begitu bapak telah membantu orang-orang yang tengah beribadah. Artinya, Insya Allah bapak juga mendapatkan pahala dari menolong anak-anak yang tengah beribadah, karena Bapak telah mengantarkan mereka ke tempat tujuan mereka dengan selamat. Bayangkan pak, jika dari satu anak saja bapak bisa mendapatkan 1 pahala saja, maka bapak telah mengumpulkan ratusan ribu pahala".

"emas"

Setiap kepingan "Emas" itu kau anggap remeh
Dengan mudahnya engkau berikan ke orang lain

Dia memang bukan berlian bukan pula permata
Tapi haruskah kau obral "emas" itu

Lama kelamaan "Emas" itu kecil artinya
Apalagi bagi si tukang emas, nantinya

Bukan berarti dia segala-galanya
Bukan berarti juga untuk diremehkan

"emas" itu akan sangat berarti
saat satu koin logam pun engkau tak punya

Apakah engkau hanya akan menjaga "emas" itu saat engkau butuhkan
Bukan sebagai sesuatu yang sangat berarti

PSIKOLOG

Ada salah seorang psikolog wanita, dia sangat terkenal di beberapa kota sebagai psikolog terbaik bertaraf nasional. Dia terkenal sangat sukses menangani berbagai kasus psikologis. Bahkan bayarannya sebagai seorang psikolog sanggup membuat dia memiliki rumah mewah. Hingga Kemudian ada seorang psikopat datang padanya di kantornya.

Psikolog itu bertanya: "maaf pak, ada yang bisa saya bantu?". Orang itu menjawab:"Begini Bu, saya selalu bingung mengapa orang-orang menganggap saya aneh". Lalu psikolog itu bertanya: "kira-kira hal aneh apa yang anda lakukan sehingga anda dipandang seperti itu?". Orang itu menjawab: "saya selalu merasa saya ini penjahat, dan harus selalu berbuat jahat. Tapi masalahnya, saya sampai sekarang sangat susah melakukan kejahatan itu". Sambil tersenyum penuh kelicikan kepada psikolog tersebut, dia bertanya: "bagaimana pendapat Ibu tentang hal itu?". Dengan sedikit rasa takut, psikolog tersebut menjawab: "Carilah orang yang mampu membantumu keluar dari masalah ini". Lalu psikopat itu mendadak marah: " Ibu ini bagaimana? justru itulah sebabnya saya mendatangi anda. Kenapa anda menyuruh saya mencari orang yang tepat, sedangkan anda adalah orang yang terbaik. Apakah anda sadar apa yang telah anda katakan??".

Psikolog tersebut mencoba untuk tenang dan menjawab,"Yach mungkin karena keberhasilan anda secara bersih tidak ada, sehingga anda mencari keberhasilan dengan cara yang tidak bersih". Karena geram dikatakan seperti itu si "pasien" itu menjawab: "Tidak tahukah kau, aku ini adalah seorang pengusaha yang sangat terkenal, kekayaanku tiada ternilai, hingga aku bingung apa yang harus kukerjakan lagi. Itulah sebabnya mengapa aku ingin melakukan sesuatu yang bisa di lakukan penjahat". Lalu mereka berdua terdiam. Sang psikolog pun terkejut, mengapa ada seorang yang Pengusaha yang sangat Sukses sekali dan terkenal, tiba-tiba ingin jadi penjahat.

Tiba-tiba pasien itu, mendekat dengan pelan dan berkata dengan lembut, "Lalu, engkau sendiri bagaimana? apakah engkau benar-benar sukses. Di umurmu yang 53 tahun, engkau belum mempunyai suami, apalagi anak. Engkau terhanyut dalam kesuksesanmu hingga engkau tidak sadar waktu telah memakan umurmu. Tidak kah kau merasa sepi....?? Siapa yang akan merawat di hari tuamu jika engkau tidak mempunyai anak....???? Bagaimana bisa engkau menjadi psikolog handal jika kehidupan keluarga pun belum kau jamah??? Apakah engkau hanya mengandalkan teori-teori yang ada tanpa melihat, mengamati dan merasakan realita dan perkembangan sosial yang ada. Tidakkah kau tahu, keluarga adalah lingkungan sosial terkecil. Bagaimana engkau menjadi seorang psikolog bagi berbagai tingkat sosial di masyarakat sedangkan lingkungan sosial yang terkecilpun engkau tidak punya".