Sunday, 6 April 2008

UN

Kemana ku pergi aku pasti akan menjumpai kerikil-kerikil tajam atau mungkin jalan yang bergelombang. Tidak ada jalan yang mulus, bahkan untuk Sang Nabi-pun.
Itulah nasehat yang kuterima dari ibu salah seorang temanku (Bambang). Beliau berkata kalau aku harus tegar menjalani apa yang tlah kualami. Termasuk penyakit yang terus menggerogoti aku. Ketika aku sedih, ibu mengatakan bahwa aku tidak akan pernah lepas dari masalah. setelah masalah yang satu selesai, aku harus menghadapi masalah lain lagi. Kita tidak mungkin untuk menghindar dari masalah kecuali ketika kita meninggal. Nasihat ibu sangat menyentuh aku, beliau begitu lembut sambil memberikan air hangat untuk mandi aku. Beliau memperlakukanku layaknya anak sendiri.

Beliau terus mengatakan bahwa masalah-masalah itu datang untuk membedakan mana mahluk Allah yang berputus asa maupun yang ga berputus asa. Karena Allah tidak menyukai suatu keputusasaan. Di tengah sakitku yang belum sembuh sampai sekarang aku bersyukur masih dapat mendengarkan nasehat yang begitu lembut dan mengena di hati. Meskipun ditengah sakitku begitu banyak masalah yang harus aku selesaikan segera bahkan ada yang ber-deadline aku harus tegar. Ada sebuah "janji suci" dengan deadline terbatas. Aku seperti seorang pincang yang harus berlomba lari dengan waktu. Di tengah menghadapi penyakitku, aku harus berlari mengerjakan segala urusan. Aku tidak akan memikirkan apakah aku akan kalah atau menang, yang jelas aku akan terus berjuang sampai darah ini berhenti mengalir dari tempatnya. Allah berikanlah aku kesempatan untuk meraih "janji suci" itu. Mampukan aku bahagiakan orang-orang yang kucintai, yang benci aku, yang marah padaku, yang kecewa padaku, yang pernah aku salahi, yang pernah aku hutangi. Tanpa mereka aku seperti terpenjara dalam kegelapan abadi.

Ya Allah ijinkanlah aku ada dalam lembaran buku sejarah seseorang yang aku belum tahu siapa orang tersebut, dalam prasasti hatinya.

2 comments:

Anonymous said...

dalam renunganku seorang
dalam gairah cintaku yang hilang
di antara hujan yang menangis
bersama rintihan awan yang melaju

ku sisipkan doa untukmu
adikku...awan
ku rangkaikan sebait doa

''tabahkan hatimu adikku
tabahkan jiwamu yang lara
kuatkan seuntai iman di dada
terimalah selendang saodaramu
terimalah kasih sayang
yang ku tawarkan padamu''

adikku

PipiT said...

berjuang, itu kunci menghadapi masalah..

jangan pernah menengok ke belakang bila masalah itu selesai, truslah memandang ke depan, jauh ke depan. jadikan masa lalu kita sebagai guru yg mengajari arti kerhidupan agar jadi manusia yg jauh lebih baik..

Semangat! ;)